MEDAN – Asrama Haji Medan menerima kunjungan Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dalam rangka mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah di Provinsi Sumatera Utara, Senin (02/02/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk melihat secara langsung potensi serta kesiapan daerah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi haji yang terintegrasi, mulai dari layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga penguatan UMKM dan industri halal pendukung.
Rombongan Staf Ahli Kemenko Perekonomian disambut oleh Kepala Asrama Haji Medan bersama Kakanwil Kemenhaj Sumut. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan diskusi mengenai peran strategis Asrama Haji Medan tidak hanya sebagai fasilitas embarkasi dan debarkasi jemaah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi haji di Sumatera Utara.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo limanseto, menyampaikan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji, mengingat jumlah jemaah yang besar serta posisi strategis Medan sebagai salah satu pintu masuk dan keluar jemaah haji dan umrah. Menurutnya, penguatan ekosistem ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
“Ekonomi haji bukan hanya soal penyelenggaraan ibadah, tetapi juga bagaimana aktivitas tersebut mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi daerah, termasuk UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Asrama Haji Medan Ramlan Sudarto, menyatakan kesiapan untuk mendukung program pengembangan ekonomi haji yang diinisiasi pemerintah pusat. Berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya peningkatan kualitas layanan, optimalisasi fasilitas asrama, serta menjalin sinergi dengan pelaku usaha lokal dan instansi terkait.
“Ekosistem ekonomi haji merupakan hal yang relatif baru di Kementerian Haji, sehingga dalam pengembangannya tentu membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan sinergi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” ujar Kepala Asrama Haji Medan.
Ia menjelaskan, Asrama Haji Medan pada dasarnya telah memiliki potensi awal dalam mendukung ekosistem ekonomi haji. Salah satunya melalui keberadaan koperasi asrama haji yang menjual berbagai produk dan oleh-oleh khas Arab Saudi, yang selama ini identik dibawa langsung oleh jemaah sepulang dari Tanah Suci.
“Ke depan, koperasi ini dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi haji yang terintegrasi, sehingga kebutuhan jemaah dapat dipenuhi di dalam negeri, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal,” tambahnya.
Menutup diskusi, Haryo menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji memang membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, Kemenko Perekonomian siap berperan dalam memperkuat kapasitas daerah melalui berbagai bentuk dukungan.
“Ekonomi haji tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dengan Kemenko Perekonomian, salah satunya melalui pelatihan dan penguatan kapasitas pelaku usaha serta pengelola yang terlibat dalam ekosistem ekonomi haji, agar pengembangannya lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong ekosistem ekonomi haji yang berkelanjutan di Sumatera Utara. Ke depan, Asrama Haji Medan diharapkan dapat menjadi salah satu simpul utama penggerak ekonomi haji di wilayah barat Indonesia.
